Minggu, 03 Mei 2015

45 Butir Pengamalan Pancasila

I.                     SILA KETUAHANAN YANG MAHA ESA
·         Bangsa  Indonesia menyatakan kepercayaan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
·         Manusia Indonesia percaya dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,sesuai agama dan kepercayaan masing-masing atas dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
·         Mengembangkan sikap saling hormat-menghormati dan bekerja sama antara pemeluk agama dan kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
·         Membina kerukunan hidup antara sesama umat agama dan berkepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
·         Agama dan kepercayaan adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi dengan Tuhan Yang Maha Esa.
·         Mengembangkan sikap saling menghormati menjalankan kebebasan beribadah sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.
·         Tidak memaksakan sesuatu agama kepercayaan terhadap Tuhan Yang maha Esa kepada orang lain.
II.                    SILA KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB
·         Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai harkat dan martabatnya sebagai mahluk Tuhan Yang Maha Esa.
·         Mengakui persamaan derajad,hak dan kewajiban asasi setiap manusia tanpa membeda-bedakan suku,keturunan,agama,jenis kelamin,warna kulit,dan sebagainya.
·         Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.
·         Mengembangkan sikap tenggang rasa dan Tepa Selira.
·         Mengembangkan sikap tidak semena-mena kepada orang lain.
·         Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
·         Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
·         Berani membela kebenaran dan keadilan.
·         Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia.
·         Mengembangkan sikap saling hormat-menghormati dan bekerja sama dengan bangsa lain.
III.                  SILA PERSATUAN INDONESIA
·         Mampu menempatkan persatuan dan kesatuan serta kepentingan dan keselamatan Bangsa dan Negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi atau golongan.
·         Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan.
·         Mengembangkan rasa cinta kepada Tanah Air dan Bangsa.
·         Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan Bertanah Air Indonesia.
·         Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan perdamaian abadi dan keadilan sosial.
·         Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhineka Tunggal Ika.
·         Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan Bangsa.
IV.                  SILA KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN PERWAKILAN
·         Sebagai warga Negara dan warga Masyarakat,setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan,hak dan kewajiban yang sama.
·         Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.
·         Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
·         Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan.
·         Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yag dicapai sebagai hasil musyawarah.
·         Dengan itikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah..
·         Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi atau golongan.
·         Musyawarah dilakukan dengan akal sehat sesuai dengan hati nurani yang luhur.
·         Keputusan yang diambil harus dipertanggung jawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa,menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia,nilai-nilai kebenaran dan keadilan,mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.
·         Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan permusyawaratan.
V.                    SILA KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA
·         Mengembangkan perbuatan luhur,yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
·         Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.
·         Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
·         Menghormati hak orang lain.
·         Suka memberikan pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.
·         Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain.
·         Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah.
·         Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum.
·         Suka bekerja keras.
·         Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.
·         Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan keadilan sosial.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar